Sabtu, 29 Februari 2020

PERSAUDARAAN ( UKHUWAH )


PERSAUDARAAN
( UKHUWAH )

Pengertian

          Ukhuwah berasal dari bahasa arab dengan kata dasarnya adalah "Akh" yang artinya "Saudara", sedangkan kata Ukhuwah berarti Persaudaraan. Secara istilah Ukhuwah Islamiyah adalah kekuatan Iman dan spiritual yang di karuniakan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang ber-Iman dan ber-Taqwa yang menumbuhkan rasa kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara se-akidah. Sehingga dengan ber-Saudara akan timbul sikap saling sayang-menyayangi, saling tolong-menolong, kasih-mengasihi, saling pengertian dan tidak menzhalimi harta maupun kehormatan orang lain yang semua itu muncul semata karena Allah. 


          Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang sekaligus sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Islam adalah agama Rahmatan lil'alamin, sudah menjadi keharusan bagi setiap Muslim untuk menjaga hubungan dengan baik, baik itu dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, agama, dan negara. 
          Dalam ajaran Islam semua manusia memiliki status yang sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya adalah hanya dari nilai tingkat ketaqwaannya. Islam mendidik umatnya melarang bersifat individualis, akan tetapi justru selalu menyuruh umatnya untuk selalu menjalin hubungan kepada sesamanya (hablumminannas), yang dalam Islam di kenal  dengan Ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah tersebut seharusnya menjadi penyemangat baru dalam kehidupan beragama, sehingga dapat menjadikan sebuah suasana yang menyejukkan dan bukan yang menebar kebencian. Ukhuwah (Persaudaraan) dengan sesama muslim tidak akan menjadi Ukhuwah Islamiyah ketika di sertai dengan sikap saling merugikan dan mendzhalimi. Namun ketika persaudaraan terjalin dengan bukan sesama muslim yang meskipun berbeda keyakinan, dapat terjadi pada saat itu juga persaudaraan itu menjadi Ukhuwah Islamiyah.




Adapun yang menjadi dasar-dasar hukum Persaudaraan adalah sebagai berikut :
1. "Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian dan bertaqwalah kalian kepada Allah, supaya kalian mendapat rahmat". (Surah Al-Hujurat ayat 10).

2. "Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka kamu menjadi bersaudara". (Surah Ali Imran ayat 103).

3. "Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi adalah bagaikan satu jasad, jika salah satu anggotanya menderita sakit, maka seluruh jasad juga merasakan ( penderitaannya) dengan tidak bisa tidur dan merasa panas". (HR. Bukhari dan Muslim ). 

4. "Orang muslim adalah saudara muslim lainnya, ia tidak akan menganiayanya dan tidak akan menyerahkannya (kepada musuh). Barang siapa ada di dalam keperluan saudaranya maka Allah ada di dalam keperluannya. Barangsiapa menghilangkan suatu kesukaran dari orang muslim, maka Allah akan menghilangkan satu kesukaran-kesukaran yang ada pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (Aib) seseorang muslim, maka Allah akan menutupi (Aib-nya) pada hari kiamat". ( HR. Bukhari dan Muslim ).




Hikmah dan Manfaat dari Ukhuwah  
          Hikmah dan manfaat yang dapat di ambil sebagai pelajaran untuk menjalin Ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari - hari sehingga Allah SWT senantiasa menurunkan berkah di dunia ini antara lain :

a. Terciptanya rasa solidaritas yang kuat antara sesama Muslim.
          Dengan adanya saling tepa selira, merasakan kebahagiaan ketika orang lain bahagia dan merasakan kesedihan ketika orang lain di timpa musibah, akan membuahkan sikap solidaritas yang kuat di antara sesama Muslim. Seorang Muslim akan lebih peduli dan memberikan perhatian yang lebih kepada saudaranya sesama Muslim. Dari sikap inilah Islam dan muslim akan makin kuat dalam berbagai hal termasuk secara ekonomi sehingga terhindar dari jurang kemiskinan.

b. Terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa.
          Apabila seorang muslim mampu memberikan kasih sayang terhadap muslim lainnya, dan kasih sayang itu di wujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, kita akan merasakan betapa nikmatnya kebersamaan sebagai umat Islam dan bangsa yang kuat dan kokoh dan tidak mudah di adu domba yang akan menimbulkan perpecahan. Apalagi dengan sikap ikhlas karena mengharap ridha Allah SWT.

C. Terciptanya kerukunan hidup antara sesama umat.
          Apabila seorang muslim menghargai dan menghormati orang lain dalam berbagai hal, termasuk menghormati dan menghargai terhadap adanya perbedaan, baik dalam hal bahasa, budaya, maupun pemahaman agama yang terdapat perbedaan mazhab dan pendapat, kita akan merasakan betapa nikmatnya hidup rukun dalam sebuah perbedaan yang di bingkai atas dasar Ukhuwah Islamiyah dengan menganggap perbedaan sebagai rahmat atas kasih sayang Allah kepada semua hamba-Nya.  

Persaudaraan adalah Anugerah :
  • Persaudaraan adalah saling menyayangi, bukan menyaingi.
  • Persaudaraan adalah saling mengasihi, bukan menyakiti.
  • Persaudaraan adalah saling mendidik, bukan membidik.
  • Persaudaraan adalah saling merangkul, bukan memukul.
  • Persaudaraan adalah saling membina, bukan menghina.
  • Persaudaraan adalah untuk mencurahkan, bukan memurahkan.
  • Persaudaraan adalah untuk solusi, bukan untuk mencari sensasi.
  • Persaudaraan adalah saling membutuhkan, bukan meruntuhkan.
  • Persaudaraan adalah untuk membela, bukan mencela.

          Terkadang ada Saudara yang suka mentraktir kita, bukan berarti karena mereka berlebihan, tetapi karena mereka meletakan Persaudaraan melebihi uang dan karena mereka menghargai arti sebuah Persaudaraan.

          Ketika Saudara kita yang sering Share (berbagi) tentang ilmu yang bermanfaat bagi kita dan Saudara-Saudara kita yang lainnya, bukan berarti karena mereka merasa pintar, tetapi karena mereka ingat kepada kita.
          Jika suatu hari ada Saudara yang mengingatkan kita tentang Agama dan Iman, bukan berarti karena mereka sudah merasa baik dan sempurna, tetapi itulah wujud Persaudaraan karena Allah S.WT semata.
          Persaudaraan dengan hati yang tulus dan ikhlas berdasarkan keImanan dan keyakinan kita, suatu saat nanti kita semua akan terpisah baik oleh jarak atau waktu maupun ajal yang akan menjemput kita. Namun ada Saudara yang akan terus men-do'a-kan kita. Suatu saat anak-anak dan cucu-cucu kita akan bertemu mereka dan bercerita "dulu kita pernah menjalin Persaudaraan bersama".



Ingat Saudaraku ......
          Persaudaraan tidak mencari-cari kesalahan Saudara yang lainnya, akan tetapi justru kita harus menutupi kesalahan mereka dan memperbaikinya (Pepatah Jawa : "Mikul dhuwur mendhem jero). Jika Persaudaraan yang kita bina ini benar-benar berlandaskan HATI yang Tulus dan Ikhlas karena Allah S.W.T. Insya Allah, Persaudaraan ini akan terus berlangsung walaupun amat banyak halangan dan rintangan yang menghalanginya.
          Pada suatu waktu, mungkin sebagian orang cuma memperhatikan kesuksesan kita, akan tetapi ada sebagian Saudara yang peduli akan kondisi kita, dan itulah hakikat Persaudaraan yang sejati.
           Suatu hari mungkin kita lalai dalam canda dan tawa, tetapi ada yang mengingatkan agar kita tidak pernah lalai. Itulah Saudara-Saudaraku dimanapun Saudaraku berada, meskipun kita tidak sering bertemu bahkan tidak pernah bertemu dalam kenyataan, tapi selalu di ingat mereka itu adalah Saudara kita. Mari Saudaraku, kita bangun dan kita junjung tinggi Persaudaraan ini dengan penuh keikhlasan, dan semoga keberkahan akan selalu mengiringi langkah kehidupan kita. Amin yaa robbal 'alamin .....


Hikmah berbagi Ilmu :
Rasullallah S.A.W bersabda : "Barangsiapa yang menyampaikan 1 (Ilmu) saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (wafat), dia akan tetap memperoleh pahalanya". (HR. Al-Bukhari)

          Kurang lebihnya itulah sedikit wawasan mengenai Ukhuwah (Persaudaraan) yang dapat saya bagikan untuk Saudaraku dimana pun Saudara berada sekedar untuk berbagi dan menambah wawasan. Sekian dan terima kasih ....., Semoga dapat bermanfaat .....     
   
Salam Persaudaraan .....

TUJUAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

Tujuan PSHT - Jiwa Setia Hati

TUJUAN
PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

         Tujuan Setia Hati Terate yang hakiki adalah untuk mengabdi kepada Sang Kholik (Pencipta alam semesta). Kita sebagai insan SH Terate tentu mempunyai rasa iman (percaya) tentang adanya Tuhan. Dalam ajaran SH Terate yang paling utama adalah mengakui adanya Tuhan. Pada dasarnya setiap hati manusia mengakui hal itu entah diyakini atau tidak.


          Setia Hati Terate mengajarkan untuk setia pada hati sang sanubari (hati yang paling dalam), karena sang sanubari selalu akan menunjukkan kebenaran serta jalan yang lurus bagi pemiliknya. Oleh karena itu SH Terate salah satu jalan untuk menuju ketaqwaan kepada Sang pencipta. Ini merupakan hubungan manusia dengan Tuhan, yang di ajarkan setiap Agama. Agama mengajarkan tentang ke-Esa-an Tuhan, untuk menjadikan manusia ber-taqwa kepadaNya.





         Setia Hati Terate mengajarkan hubungan manusia dengan manusia, yang di utamakan adalah persaudaraan. Manusia sebagai mahkluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain.Kita terkadang merasa bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, dan itu adalah presepsi yang salah. Dalam kehidupan ini manusia cenderung memikirkan diri sendiri (egois). Setia Hati mengajarkan agar kita saling kasih-mengkasihi diantara kita. Hal ini sesuai dengan ajaran Agama sebagai umat manusia kita harus saling mengkasihi sesama mahluk ciptaan Tuhan. Manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Apakah kita mampu untuk menjaga kesempurnaan itu??
Yang membedakan manusia dengan mahkluk Tuhan lainnya adalah keimanan dan ketaqwaannya.

          Selain daripada itu Tujuan Persaudaraan Setia Hati Terate adalah membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah berdasarkan ke-SH-an, yaitu :
  1. Taqwa kepada Tuhan YME
  2. Pemberani dan tidak takut mati
  3. Soal kecil remeh mengalah, soal besar/prinsip baru berpikir dan bertindak
  4. Sederhana
  5. Ikut memayu hayuning bawono
Keterangan
        Manusia yang berbudi luhur adalah manusia yang bisa membedakan mana yang benar dan salah. Serta tidak hanya memikirkan diri sendiri (lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi). Namun bila seseorang dapat membedakan mana yang benar dan yang salah, tidak salah jika ia berkumpul dengan orang-orang yang berbuat salah, karena seseorang tersebut tidak akan mengikuti perbuatannya yang salah. Seseorang yang berbudi luhur pastilah memiliki jiwa SH, yaitu setia pada hatinya sendiri dan selalu meyakini bahwa kekuatan tertinggi itu ada di tangan Allah Swt.

1. Taqwa kepada Tuhan YME
         Sebagai Insan pancasila, anggota PSHT dituntut memiliki iman yang mendalam kepada Allah Swt. Ketaqwaan yang dilandasi ke imanan akan ke-Esa-an Allah yang ditebarkan oleh hati, di ucapkan oleh lidah dan diwujudkan dalam amal perbuatan yang baik dan benar.

2. Pemberani dan tidak takut mati
        Berani adalah suatu tingkatan mental yang mengakui adanya ketakutan atau kekhawatiran terhadap kemunginan-kemungkinan timbulnya bahaya, kegagalan atau celaan. Dan bila mental seseorang seperti itu pasti akan lebih matang dalam melakukan suatu tindakan.

          Takut adalah suatu sikap mental yang kurang memiliki ke imanan dan ketaqwaan terhadap Allah, karena jika seseorang telah benar-benar ber-iman dan bertaqwa kepada Tuhan YME maka segala perbuatan kita pasti akan mantap dan jauh dari rasa takut. Untuk melatih keberanian perlu kita pelajari dan pahami rasa takut, dan rasa takut itu sendiri ada 4 macam, yaitu :
  1. Takut salah : Yaitu suatu rasa takut apabila perbuatannya menimbulkan kesalahan.
  2. Takut malu : Yaitu suatu rasa takut apabila perbuatannya menimbulkan rasa malu.
  3. Takut sakit : Yaitu suatu rasa takut apabila perbuatannya menimbulkan rasa sakit.
  4. Takut mati : Yaitu suatu rasa takut apabila perbuatannya menimbulkan kematian.
          Ke 4 rasa takut tersebut merupakan rasa takut yang sering timbul pada setiap diri manusia, namun rasa takut seperti itu harus kita lawan dan ditiadakan dari diri kita.

3. Soal kecil remeh mengalah,soal besar atau perinsip baru berpkir dan bertindak
         Di dalam menghadapi segala suatu permasalahan, anggota Persaudaraan Setia Hati Terate diharapkan selalu menunjukan kebesaran hatinya dengan meniliti dan memisahkan suatu permasalahan tersebut termasuk masalah yang kecil atau besar. Masalah prinsip adalah suatu masalah yang berkaitan dengan Agama, Nusa, bangsa, Pancasila, kehormatan dan keselamatan hidup.

4. Sederhana
         Yang dimaksudkan sederhana disini yaitu sederahana dalam perwujudan sikap dan tingkah laku yang sesuai dengan keadaan dimana kita berada atau tidak berlebihan, seperti pepatah mengatakan “ojo sok golek wah amargo iso tambah owah”.

5. Memayu hayuning bawono
          Artinya adalah suatu sikap untuk menciptakan suasana kebahagiaan yang disertakan dan diwujudkan dengan pengamalan ilmu.


Dasar dan Tujuan
          Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate ikut mendidik manusia yang berbudi luhur tahu benar dan salah serta ikut Memayu Hayuning Bawono juga mengajarkan bela diri pencak silat dimana didalamnya terkandung unsur-unsur olah raga, dan seni bela diri serta merupakan seni budaya bangsa Indonesia yang perlu di kembangkan dan dilestarikan.

Berbudi Luhur
          Manusia berbudi luhur adalah manusia yang baik, kehadiranya mampu menciptakan ketentraman, keamanan, kedamaian serta kebahagiaan lahir batin. Yang lemah merasa terlindungi dan yang kuat tidak merasa tersaingi. Manusia bisa di sebut baik bila perbuatan baiknya lebih banyak dari perbuatan buruknya walaupun selisihnya sedikit. Karena tidak ada manusia yang lepas dari dosa kecuali para utusan Allah. Mereka memang selalu dijaga dan dijauhkan dari perbuatan-perbuatan tercela agar dijadikan panutan umatnya.
Budi pekerti bisa menentukan nilai martabat manusia. Dan bila ditilik lebih lanjut berbudi luhur dapat dibedakan menjadi empat macam.

Berbudi Luhur kepada Tuhan
         Kita harus yakin bahwa Allah menaruh embrio manusia kedalam kandungan ibu-nya, kemudian melahirkan ke alam dunia lalu membesarkan dan memberikan nikmat yang tidak terhitung nilainya. Allah pula yang akan mematikan dan membangkitkanya nanti pada hari kiamat. Manusia selalu tergantung kepada Allah. Contoh-contoh kecil adalah ketidak mampuan manusia membuat setetes darah apalagi banyak. Ketidakberdayaan manusia menumbuhkan sel-sel daun pada satu pohon apalagi semua pohon. Ketidak tahuan pada bahan bakar matahari apalagi menyediakanya. Ilmu-ilmu jin dan manusia jika di gabungkan tidak akan lebih dari setetes air di samudera luas jika dibandingkan ilmu Allah. Maka kalau manusia mau berfikir sejenak pastilah ia merasa terpaksa atau sukarela untuk berterimaksih kepada Allah Swt. Ungkapan terimakasih kepada Allah bukan sekedar percaya kepadanya. Bila manusia sekedar percaya tetapi tidak taat maka iblis akan lebih baik. Tentu saja iblis lebih baik, iblis lebih percaya kepada Allah dari pada manusia karena iblis pernah berdialog langsung dengan Allah tetapi tetap durhaka. Ungkapan terimaksih kepada Allah harus dinyatakan dengan perbuatan yaitu dengan memenuhi hak-hak Allah supaya Allah juga memenuhi hak-hak hambanya.



Berbudi Luhur kepada Orang Tua dan Guru
          Walaupun yang melahirkan manusia itu Allah (= ibu hanya mampu mengandung saja karena bila sudah tiba saat melahirkan maka ia tidak akan mampu menahanya. Atau walaupun seorang ibu sudah ingin melahirkan tetapi kalau Allah belum menghandaki maka ia juga tidak akan sanggup mengeluarkan bayinya. Bukti kekuasaan Allah ini, yaitu adanya ibu-ibu yang melahirkan saat sedang diperjalanan ke rumah sakit atau pada saat yang tidak dikehendaki ibu itu). Namun demikian jangan lupa bahwa ibu selalu menyambut kelahiran bayinya dengan rasa sakit dan darah, bahkan kadang-kadang bayinya ditebus dengan nyawa satu-satunya. Dan setelah putranya cukup umur maka ia menyerahkan kepada guru. Maka dari itu berterimakasih kepada orang tua dan Guru adalah wajib.

Berbudi Luhur kepada Diri Sendiri
         Memenuhi hak-hak jasmani dan rohani dengan menjaga kesehatan makan-makanan yang baik dan halal, menghindari makanan yang haram, miuman keras, ganja, atau obat-obatan terlarang lainnya yang merusak saraf otak.
 
Berbudi Luhur kepada Semua Mahluk
        Manusia adalah makluk sosial. Satu sama lain saling membutuhkan. Yang kaya membutuhkan tenaga yang miskin dan yang miskin memerlukan bantuan yang kaya, yang pandai memerlukan yang bodoh dan juga sebalikya. Hal ini juga berlaku antar bangsa. Perbuatan baik dan buruk merupakan pantulan dari sifat seseorang. Maka orang yang bijaksana tidak akan merendahkan dirinya sendiri dengan menghina orang lain. Orang bijaksana selalu menjaga martabat dan kehormatanya dengan menyantuni orang lain terutama yang lemah.
          Maka kalau pun harus terjadi tindak kekerasan tidak dapat dihindari, haruslah di sadari bahwa pendekar sejati tidak akan berangan-angan untuk menciderai tubuh maupun hati lawan. Kekerasan tadi hanyalah sekedar untuk memberi peringatan saja agar memiliki kesempatan bertaubat. Dan walaupun Allah mengijinkan membalas perbuatan yang jahat dengan kejahatan yang seimbang. Namun Allah juga menawarkan alternatif lain yang lebih baik yaitu memaafkan, karena memaafkan itu lebih mendekatkan kepada taqwa. Untuk itulah dalam Persaudaraan Setia Hati Terate mengajarkan kripen atau teknik kuncian agar dapat mengalahkan lawan tanpa harus melukai apalagi sampai membunuh. Saling membunuh tanpa sebab yang dibenarkan sangatlah berat sangsinya apalagi sesama manusia/muslim khususnya.
          Sedangkan contoh berbudi luhur kepada tumbuh-tumbuhan adalah tidak merusak lingkungan hidup. Bila nenebang pohon di hutan harus di adakan reboisasi atau penanaman kembali.

          Itulah sedikit wawasan mengenai "Tujuan Persaudaraan Setia Hati Terate" yang dapat saya bagikan untuk Saudara dimanapun berada. Silahkan dapat Saudara bagikan kepada yang lainnya sekedar untuk berbagi dan menambah wawasan. Sekian ..... dan terimakasih .....          

Salam Persaudaraan ..... 

ILMU SETIA HATI


ILMU SETIA HATI





          Hakekat Ilmu Setia Hati yang sebenarnya adalah ilmu untuk mengenal diri pribadi dengan sebaik - baiknya. " SH " adalah " Setia Hati ", hakikat daripada " HATI " adalah segumpal daging yang berbentuk buah sanubari ( seperti daun waru ). Maka insan Setia Hati Terate menyebutnya dengan sebutan " Hati Sanubari ".

Hati Nurani
          Hati adalah pelita hidup manusia, hatilah yang memberi sinar kebenaran bagi setiap insan, oleh sebab itu kata hati pasti selalu benar. Hati adalah suci, oleh karena itu Setia Hati adalah setia pada kebenaran.
          Disinilah bagaimana cara untuk mengenal diri pribadi dengan sebaik - baiknya, " kenalilah hatimu, kemudian akan kenal dengan dirimu sendiri, selanjutnya akan kenal dengan Allah SWT sebagai sang pencipta ( kholiq ) ".

          Pedoman dari ilmu - ilmu Setia Hati Terate adalah tidak menyalahi hukum kehidupan manusia dan hukum ketentuan Allah SWT. Hukum kehidupan manusia adalah kita tidak merusak benda - benda yang dibutuhkan manusia dn lingkungan. Sedangkan hukum Allah adalah kita tidak menyekutukan Allah dan mampu menghindari segala larangan dan menghindari godaan syetan / iblis yang terkutuk.

Contoh hukum kehidupan
          Dalam pelajaran Pencak Silat, Setia Hati Terate tidak diajarkan pelajaran memecahkan genteng, bata, beton dan lain sebagainya, yang semua itu adalah sangat diperlukan / dibutuhkan dalam kehidupan manusia, kenapa ...?
          Seandainya hal itu diberikan, misalnya pada tingkat polos, siswa harus bisa memecahkan genteng sebanyak 10 biji, siswa jambon 15 biji, siswa hijau 20 biji, siswa putih 25 biji, dan untuk Warga tingkat I sebanyak 30 biji. Berarti tiap orang harus memecahkan genteng sebanyak 100 biji, seandainya siswa Setia Hati Terate seluruh Indonesia sebanyak 500.000 orang, maka berapa kira - kira bangunan rumah yang tidak jadi memakai genteng karena dipakai oleh siswa dan Warga Persaudaraan Setia Hati Terate untuk latihan. Hal ini jelas akan menghambat pembangunan, sedangkan insan Persaudaraan Setia Hati Terate harus cinta pembangunan, sebab negara tanpa pembangunan adalah negara yang menuju kehancuran.


Contoh hukum Allah SWT 
          Allah SWT menghendaki manusia hidup sewajarnya seperti kehendaknya. Jika kulit kena jarum / pisau tentunya akan sakit dan berdarah, artinya bagaimana agar manusia itu hidup lebih berhati - hati. Jikalau seseorang menganut ilmu kebal, biasanya hal ini dapat membuat orang tersebut cenderung menjadi orang yang sombong dan takabur serta tidak berhati - hati. Suatu saat Allah SWT akan menurunkan azabnya, biasanya orang tersebut jalan matinya akan terkena benda yang tajam / kena bacok ( sejarah telah membuktikan ).

          Ilmu yang diajarkan Persaudaraan Setia Hati Terate adalah ilmu yang tidak bertentangan dengan hukum kehidupan manusia dan hukum Allah SWT. Persaudaraan Setia Hati Terate mengajak para Warga-nya untuk hidup yang sewajarnya, sebab sesungguhnya Warga Persaudaraan Setia Hati Terate adalah insan yang tahu norma - norma sebagai manusia dan norma - norma sebagai hamba Allah SWT.

          Maka barangsiapa yang sudah mengenal dirinya, maka akan mengenal Allah SWT, dan bila seseorang telah mengenal Allah SWT, maka jadilah ia seorang yang merendah diri. Untuk mengenal dan memahami manusia serta hal - hal yang berkaitan dengannya, maka perlu diketahui terlebih dahulu asal dan usul tentang manusia. 

          Jika sudah dapat menghayati tiga kata - kata tersebut diatas, barulah orang itu dapat disebut manusia yang berbudi pekerti luhur yang tahu benar dan salah. Sebenarnya bahwa insan Persaudaraan Setia Hati Terate adalah insan yang tahu norma - norma, yaitu :
Sebagai hamba Allah SWT yang ber-taqwa :
  • Semakin tinggi kepandaian / ilmu seseorang dan semakin banyak masalah - masalahnya, maka semakin banyak pula tanggung jawabnya.
  • Semakin bodoh orang itu, sedikit masalahnya akan tetapi semakin banyak penderitaannya.
  • Insan Setia Hati jika berbicara tidak boleh bolak - balik ( plin - plan ).
  • Insan Setia Hati bersaudara atas dasar prinsip.
  • Sapa sing salah ora ngerti salahe, bakal lestari olehe salah.
  • Sapa sing menang sewenang - wenang, bakal ngunduh wohing pakarti, ora lestari olehe menang.
          Sebenarnya telah ada makhluk Allah SWT sebelum Nabi Adam AS diciptakan, tetapi mereka telah dibinasakan semuanya oleh Allah SWT karena kedurhakaan mereka. Kemudian selang beberapa lama Allah SWT berkehendak menciptakan jenis makhluk yaitu manusia. Dan mendengar rencana Allah tersebut, para Malaikat mengajukan keberatan karena manusia adalah makhluk yang suka berbuat kerusakan dan menumpahkan darah.

Dalam Al-Qur'an disebutkan :
Artinya : " Dan ingatlah tatkala Tuhan-mu berkata kepada Malikat : " Sesungguhnya aku hendak jadikan seseorang khalifah dibumi ". Mereka berkata : " Apakah engkau mau jadikan padanya makhluk yang akan berbuat bencana dan akan menumpahkan darah, padahal kami berbakti dengan memuji-mu dan memuliakan-mu ...? ". Lalu Allah SWT berkata : " Sesungguhnya aku amat mengetahui apa yang kamu tidak mengetahui ". ( Al-Baqoroh ).

          Itulah sedikit wawasan mengenai " Ilmu Setia Hati " yang dapat saya bagikan untuk Saudara dimanapun berada. Silahkan dapat Saudara bagikan kepada yang lainnya sekedar untuk berbagi dan menambah wawasan. Sekian ..... dan terimakasih .....         


Salam Persaudaraan .....    

Jumat, 07 Februari 2020

Pengurus PSHT Nyukang Harjo

Persaudaraan Setia Hati Terate Nyukang Harjo kecamatan selagai lingga kabupaten Lampung Tengah


Pengurus PSHT Nyukang Harjo kecamatan selagai lingga kabupaten Lampung tengah

Ketua: Agus Supriyanto

Sekretaris: Nurkholis

Bendahara: Misari

Anggota: Seluruh warga PSHT Nyukang Harjo kecamatan selagai lingga kabupaten Lampung Tengah